Sunday, October 12, 2014

Cara Perawatan Cucak Jenggot Agar Gacor

Cara perawatan cucak jenggot agar gacor - Selama ini burung cucak jenggot yang sering dicari untuk dilombakan ialah burung yang berjenis kelamin betina, walau sebenarnya burung jantan pun mempunyai peluang untuk berpenampilan lebih baik. Tetapi baik burung betina atau jantan, keduanya tidak akan tampil maksimal tanpa perawatan harian yang rutin. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan perawatan cucak jenggot agar gacor.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan supaya burung cucak jenggot dapat berpenampilan maksimal, di antaranya adalah:
Cara merawat cucak jenggot
Cara merawat cucak jenggot
Teratur mandi malam

Cucak jenggot yang didapatkan dalam kondisi muda hutan atau bakalan umumnya akan cenderung rajin berbunyi saat kita rutin memberikannya mandi malam selama beberapa hari terapi.
Mandi malam untuk burung cucak jenggot ini dapat Anda lakukan secara rutin antara pukul 19:00 – 20:30 malam hari dengan durasi sekitar 10 - 15 menit.

Setelah burung dimandikan, burung diangin-anginkan lalu berikan pakan tambahan berupa jangkrik satu ekor saja atau kroto setengah cepuk.

Memberi pakan tambahan

Pakan tambahan bagi burung peliharaan merupakan satu hal wajib untuk memenuhi kebutuhan protein burung. Begitu juga pada burung cucak jenggot, mereka membutuhkan asupan protein dan zat-zat lain yang dibutuhkan melalui pakan tambahannya.

Makanan tambahannya dapat berupa potongan jahe yang dimasukkan ke dalam perut jangkrik. Caranya adalah: Masukkan jahe yang dipotong kecil-kecil (seukuran voer burung) ke dalam bagian perut jangkrik, sebelum jangkrik diberikan kepada burung. Pemberian jangkrik sebaiknya dilakukan saat  burung sedang dianginkan setelah mandi malam.

Cara Budidaya Hamster

Cara budidaya hamster – Hewan kecil yang lucu ini adalah hewan yang banyak digemari oleh masyarakat terutama kalangan pelajar dan anak-anak kecil, karena bentuk tubuhnya yang unik dan juga jinak. Harga hamster dapat dibilang lumayan mahal terutama untuk jenis-jenis yang mempunyai warna bulu yang indah dan juga mudah jinak.

Oleh karena itu ternak hamster dapat memberi keuntungan yang lumayan sekaligus juga dapat dijadikan sebagai pekerjaan sampingan karena perawatannya yang cukup mudah. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan cara budidaya hamster. Yuk disimak.

Cara beternak hamster
Budidaya hamster
Budidaya hamster
  • Pemilihan jenis hamster
Hamster mempunyai beragam jenis dengan ciri-cirinya masing-masing. Bagi Anda yang baru akan mencoba budidaya hamster, kami sarankan mulailah dengan jenis campbel karena harganya tergolong murah dan juga perawatannya mudah, namun hamster jenis ini cenderung galak. Selain campbel, jenis winter white maupun pearl dapat Anda gunakan sebagai awal dari ternak hamster. Jenis ini tergolong jinak dan juga harganya tidak terlalu mahal. Untuk memilih indukan yang baik, pilihlah dari kelincahan hamster tersebut dan juga nafsu makannya. Selain itu, untuk indukan jantan, pilihlah yang memiliki bokong yang besar (konon ciri tersebut menandakan hamster tersebut subur).
  • Kandang hamster
Untuk beternak hamster dengan biaya yang minimal, kita dapat menggunakan box bekas es krim maupun aquarium atau benda lain yang sekiranya hamster tidak dapat lepas dari tempat tersebut. Namun bila Anda mempuyai dana yang cukup, dapat juga menggunakan kandang hamster yang banyak dijual di toko. Sebagai alas kandang hamster, kita dapat menggunakan serbuk kayu maupun pasir. Hal ini bertujuan agar kandang tidak bau karena kotoran dan kencing dari hamster. Alas tersebut juga berfungsi untuk membersihkan bulu-bulu hamster agar selalu terlihat rapi. Selain itu, kebersihan kandang juga harus dijaga. Bersihkan paling tidak satu minggu sekali dan juga ganti serbuk kayu maupun pasir yang digunakan sebagai alas.
  • Makanan hamster
Hamster adalah jenis hewan yang memakan biji-bijian. Untuk memulai peternakan, kita dapat menggunakan makanan kemasan khusus hamster yang banyak dijual ditoko-toko hewan. Selain itu kita dapat juga memberinya variasi makanan seperti tauge, jagung, kuaci, dan beberapa jenis biji-bijian. Namun untuk makanan tersebut kita harus membatasinya. Tauge memang baik untuk kesuburan induk hamster, tetapi terlalu banyak mengkonsumsi tauge dan juga jagung dapat menyebabkan kotoran hamster menjadi encer sehingga dapat menjadi sarang penyakit dan juga membuat bulu hamster menjadi basah.
  • Perkawinan hamster
Hamster adalah jenis hewan yang suka poligami. Dalam hal ini, kita dapat mengawinkan satu indukan dengan beberapa induk betina. Tetapi sebaiknya masing-masing induk betina dipisahkan kandangnya untuk mengantisipasi perkelahian. Jika salah satu induk betina sudah hamil, kita dapat memindahkan induk jantan ke kandang betina yang lain.
  • Perawatan setelah kehamilan
Ciri-ciri hamster hamil dapat kita lihat dari bentuk perutnya yang membulat dan juga perilakunya yang agresif. Apabila terlihat tanda-tanda tersebut, segera pisahkan induk jantan dan biarkan induk betina sendirian. Hamster dapat melahirkan sekitar 8 ekor bayi. Saat bayi hamster lahir, pastikan makanan dan minuman bagi sang induk selalu tersedia dan juga tempatkan kandang di tempat yang jauh dari keramaian.
Hal ini karena hamster akan memakan anaknya ketika makanannya habis dan juga merasa terganggu oleh lingkungan sekitar. Selain itu, jangan pernah memindahkan bayi hamster dan juga memebersihkan kandang selama bayi tersebut berusia kurang lebih satu bulan agar sang induk selalu merawat bayi-bayinya.

Sekilas Tentang Burung Kaso-Kaso

Sekilas tentang burung kaso-kaso - Bayak kicaumania yang kurang mengenal burung kaso-kaso. Padahal suara kicauannya cukup menarik sehingga dapat dijadikan kicauan di rumah maupun sebagai burung master. Di beberapa pasar burung, khususnya di wilayah barat Jawa, jenis burung kaso-kaso sering dijual para pedagang.
Burung kaso-kaso memiliki postur tubuh berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 17 cm. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kemerahan, mahkotanya berwarna merah, alis putih yang kontras dengan garis hitam yang tebal.

Pipi berwarna putih sampai abu-abu. Adapun kekang hitam, dada berwarna putih bercoret hitam, sedangkan bagian perut abu-abu yang tersapu warna cokelat kekuningan di bagian sisi tubuh dan tunggirnya.
Burung kaso-kaso
Burung kaso-kaso
Burung kaso kaso terdiri atas 6 sub-spesies, satu di antaranya terdapat di Indonesia. Berikut rinciannya:
  • Timalia pileata bengalensis: Habitat di wilayah utara dan timur-laut India, wilayah selatan Nepal, Bangladesh, dan wilayah barat Myanmar.
  • Timalia pileata smithi: Habitat di wilayah utara dan timur Myanmar, barat-laut Thailand , wilayah selatan China, wilayah utara dan tengah Laos, serta wilayah utara Vietnam.
  • Timalia pileata intermedia: Habitat di wilayah tengah dan selatan Myanmar, serta wilayah barat Thailand.
  • Timalia pileata patriciae: Habitat di wilayah barat-daya Thailand.
  • Timalia pileata dictator: Habitat di wikayah timur-laut dan tnggara Thailand, serta wilayah selatan Indochina.
  • Timalia pileata pileata: Habitat di wilayah barat Pulau Jawa.
Habitat burung kaso-kaso

Burung kaso-kaso dapat dijumpai di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut. Mereka biasa hidup berpasangan, atau terkadang dalam kelompok kecil. Burung ini sering beraktivitas di rerimbunan tumbuhan bawah atau daerah semak belukar, dan hanya suara kicauannya saja yang terdengar.

Di wilayah barat Pulau Jawa, yang menjadi satu-satunya wilayah persebaran di Indonesia, spesies ini berkembangbiak mulai bulan Februari hingga September. Sarang dibangun dari bahan-bahan kasar seperti jerami dan rerumputan kering. Bentuk sarang menyerupai bola tidak beraturan. Burung betina akan bertelur sebanyak 2- 5 butir berwarna abu-abu pucat, dengan bintik-bintik berwarna merah gelap.

Perawatan burung kaso-kaso

Seperti halnya spesies burung babbler lainnya dari keluarga Timaliidae, kaso kaso termasuk burung pemakan serangga. Burung ini mudah dijumpai di pasar-pasar burung dan biasanya dijual dalam kondisi bakalan.
Meski begitu, berbeda dari beberapa spesies burung lain yang memiliki tahapan-tahapan tertentu hingga rajin berkicau (dimulai dari ngeriwik, pemasteran, hingga bersuara ngeplong), burung kaso-kaso relatif tidak membutuhkan tahapan-tahapan tersebut. Meski masih bakalan, jika perawatannya tepat, burung bisa menjadi sangat rajin bunyi dengan suara yang cukup lantang.

Dalam perawatannya, burung kaso-kaso atau kaso-kaso dapat diberi pakan tambahan / extra fooding (EF) secara rutin setiap hari, berupa serangga seperti jangkrik, ulat hongkong, kroto, dan sebagainya. Adapun model perawatan harian yang standar adalah sebagai berikut:
  • Kroto diberikan pada pagi hari, atau sebelum burung dimandikan, dengan takaran 1/2 sendok teh.
  • Porsi jangkrik 3-4 ekor, tetapi pilihlah jangkrik berukuran. Jangkrik diberikan setelah burung mandi atau ketika sedang diangin-anginkan.
  • Ulat hongkong bisa diberikan sebanyak 1 – 2 ekor.
  • Pakan buah-buahan juga bisa diberikan. Sebab ada pula burung kaso-kaso yang suka buah, meski kebanyakan tidak menyukainya.
Kaso-kaso termasuk burung yang sangat aktif, sehingga sangkarnya disarankan berukuran luas dengan tenggeran ganda yang bisa disusun sejajar maupun menyilang. Untuk menjaga kondisinya agar tetap sehat, jangan lupa menjaga kebersihan kandang secara teratur.

Burung kaso-kaso termasuk anggota keluarga Timaliidae. Beberapa spesies dari keluarga ini sangat sulit dibedakan jenis kelaminnya, misalnya kelompok burung poksay, burung pelanduk semak, burung murai air (sibia ekor panjang).

Suara kicauan burung kaso-kaso

Meski kurang popular sebagai burung peliharaan, kaso-kaso / kaso-kaso memilki suara kicauan sangat beragam dengan volume suara yang jelas dan cukup keras. Lagu-lagunya cenderung berupa siulan yang bergetar, disertai dengan nada-nada yang menyambung naik-turun, serta siulan cukup keras dan tajam.

Sumber: Ternak.org

Saturday, October 11, 2014

Ciri Ciri Hamster Hamil

Ciri ciri hamster hamil - Hamster hamil melalui proses konsepsi atau pembuahan dengan pejantannya. Namun perlu Anda perhatikan bahwa Anda juga perlu mengontrol proses pembuahan ini. Jangan sampai hamster Anda kawin tidak terkontrol yang dapat mengakibatkan proses kehamilan hamster yang tidak sehat.

Dengan mengontrol proses pembuahan hamster kesayangan Anda, Anda bisa mengatur hamster mana saja yang dikawinkan, berapa umur hamster-hamster yang Anda kawinkan, atau kapan hamster tersebut Anda kawinkan. Dengan begitu, Anda juga dapat mengontrol bayi-bayi yang akan dihasilkan dari proses perkawinan tersebut. Proses pembuahan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi bayi hamster yang tidak sehat.
Hamster winter white
Hamster winter white
Di bawah ini kami akan menulis beberapa ciri hamster hamil, diantaranya adalah:

Pemalas

Semakin mendekati masa kelahiran, hamster betina hamil akan terlihat semakin malas. Lebih banyak tidur dan menyandarkan setengah badannya (bagian tengah sampai kepala) kepada tempat yang agak tinggi, contohnya punggung hamster jantan atau dinding kandang.

Bentuk tubuh berubah

Hamster betina hamil akan terlihat gemuk dari hari-hari biasanya. Badannya membulat seperti bola saat hamster sedang duduk. Akan terlihat seperti buah pear hijau kalau dia sedang berdiri, kurus di bagian tengah badan sampai kepala tetapi gemuk di bagian pinggang sampai ekor. Jika berjalan perutnya terlihat seperti tertinggal di belakang.

Sedikit makan

Semakin mendekati masa kelahiran, hamster betina hamil akan semakin sedikit makannya.

Banyak minum

Hamster betina hamil semakin mendekati masa kelahiran akan semakin banyak minumnya. Contohnya selalu kehausan. Porsi minumnya pun bertambah.

Tidak ingin dikawin

Hamster betina hamil akan marah kalau dipaksa kawin oleh hamster jantan. Semakin mendekati masa kelahiran maka hamster betina hamil akan semakin galak kepada hamster jantan. Walaupun akan terlihat semakin manja juga.

Gelisah

Ketika waktu melahirkan hanya tinggal 2-3 hari, maka hamster betina hamil akan terlihat gelisah. Lebih sering berputar-putar di kandang. Jika hamster hamil kalian sudah terlihat gelisah, sebaiknya Anda memindahkan hamster jantan ke kandang yang lain. Biarkan hamster betina melahirkan dengan tenang tanpa diganggu hamster jantan.

Cara Budidaya Ikan Hias Air Tawar

Cara budidaya ikan hias air tawar - Budidaya ikan hias air tawar sekarang ini semakin banyak diminati. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, guramih dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan tawar. Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi.

Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.
Ikan hias air tawar
Ikan hias air tawar
Di bawah ini kami akan sedikit memberi penjelasan tentang cara membudidayakan ikan air tawar. Yuk disimak.

Cara budidaya ikan hias

Untuk sukses membudidayakan ikan hias air tawar tentunya kita harus bisa mengelola indukan agar hasil optimal. Ikan hias untuk indukan yang sudah berumur 7 bulan dengan panjang kurang lebih 7,5 cm. Agar bisa berkembangbiak maksimal ikan diberi pakan  jentik nyamuk, cacing Tubifex, atau Chironomous. Dan kolam indukan diberi obat  Oxytetracycline dan garam secara teratur agar tahan terhadap penyakit.
Proses awal semua indukan ikan hias baik jantan maupun betina dimasukan pada 1 kolam. Nanti induk ikan hias akan berpasangan dan memisahkan dari ikan lainnya. Indukan yang sudah berpasangan bisa dipindah ke kolam pemijahan.

Dapat juga dijodohkan langsung, tetapi anda harus bisa membedakan mana jantan dan mana betina. Ciri-ciri ikan hias jantan antara lain, ukuran besar, kepala jantan lebih besar dengan bagian antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung, serta bentuk badan lebih ramping.

Hal yang perlu diperhatikan dalam kolam pemijahan antara lain diberi substrat yang halus, misalnya potongan pipa PVC yang berguna untuk menempelkan telur, dinding akuarium diberi kertas atau plastik agar kolam menjadi gelam, hal ini karena dalam memijah ikan ini lebih suka ditempat gelap dan induk ikan hias akan memijah pada malam hari.  Setiap indukan mampu menghasilkan telur antara 500-1000 butir.

Bila telah bertelur langkah selanjutnya pindah telur yang menempel pada substrat ke kolam penetasan. Khusus kola mini diberi obat anti jamur dan diberi pemanas air (water heater) yang dipasang pada suhu 27-28oC.
Telur ikan hias akan menetas setelah 2-3 hari, dengan derajat penetasan telur berkisar 70-90%.  Selanjutnya paralon tempat penempelan telur diangkat dan dilakukan perawatan larva hingga berumur ± 2 minggu. Untuk pakan menggunakan nauplii Artemia sp 2x sehari hingga berumur 10 hari selanjutnya bisa diberi cacing Tubifex.
Untuk menghindari penyakit dalam hal budidaya ikan hias yang perlu diperhatikan adalah kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan. Semoga bermanfaat.

Sumber: Ternak.org